Potret Kesenjangan Hidup di Indonesia

Posted by Ratna Tanjung on Thursday, March 08, 2012
Hidup ini memang penuh perbedaan, karena kita memang diciptakan berbeda-beda oleh Sang Pencipta, agar kita dapat mensyukuri indahnya hidup ini. Ada hitam, ada putih; ada besar, ada kecil; kadang kala senang, kadang pula sedih. Namun, perbedaan-perbedaan berikut ini tak seharusnya dibiarkan tumbuh dan menurun ke anak cucu bangsa Indonesia, karena perbedaan-perbedaan inilah yang bisa menyulut api perpecahan, dan mengobarkan peperangan.

Potret Kesenjangan "Tempat Berteduh"

Taukah Anda rumah dan mobil milik siapa ini? Atau justru Andalah pemilik rumah dan mobil ini? Rumah ini adalah milik sah Gayus Tambunan, sesosok yang namanya tengah melambung dikarenakan hobi korupsi yang tengah dilakoninya. Dan rumah ini merupakan salah satu saksi bisu kehebatan Gayus dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaan melalui hobi korupsinya. Lalu, siapa tuan dari Ford yang tengah parkir di depan rumah Gayus?


Setelah Anda terkagum-kagum sekaligus dongkol dengan kehebatan Gayus dalam bermain uang, sehingga ia bisa terlebih dahulu merealisasikan hal yang mungkin Anda impikan sejak puluhan tahun lamanya, dapat ia lakukan dengan mudah, padahal, Anda harus mencapai semua itu dengan peluh-peluh halal.

Untuk bisa mensyukuri apa yang kita punya, apa yang diberikan Tuhan kepada kita, sesekali lihatlah ke bawah, tengoklah saudara-saudara kita yang nasibnya tak seberuntung kita. Banyak dari kita yang tidak betah tinggal di rumah yang telah memiliki fasilitas standar rumah (pintu dan jendela yang dapat ditutup, genteng yang tak pernah membiarkan air hujan menerobos masuk ke dalam rumah, bahkan sebuah rumah yang disertai dengan berbagai fasilitas modern) kadang lita masih kurang puas, atau lebih tepatnya kita kurang bersyukur. Memperbaiki kehidupan boleh0boleh saja, apa jika kita harus selalu melihat orang yang kurang beruntung dari kita, lantas kita tidak boleh berkembang? apa lantas kita tidak boleh membeli ini-itu-itu-ini. Boleh-boleh saja, asalkan ingat, tetap berada pada jalan yang benar, dan tetap peduli dengan saudara kita yang lain.





Setelah melihat rumah Gayus di atas, apa yang terlintas di benak Anda ketika melihat pemukiman kumuh ini? atau anak kecil dan orang tua yang harus rela hidup terlunta-lunta di jalan karena tergerus kekejaman dunia? Ironis! Seharusnya, jika Gayus masih punya hati dan perasaan, alangkah lebih baiknya jika ia membangun apartemen dengan uangnya untuk saudara-saudaranya yang masih tinggal di bantaran kali atau di pemukiman kumuh sepanjang rel kereta api. Mungkin..., hukuman pidananya tak akan seberat sekarang ini, dan hartanya makan bermanfaat bagi kaum banyak, dan mungkin...bisa menolongnya dari api neraka.


Potret Kesenjangan Pangan



Saat Anda melihat kedua hal di atas, baik di gambar ini, di jalan, di dekat rumah Anda, atau bahkan di dalam mimpi Anda, apakah Anda masih akan melakukan hal di bawah ini?



Sadarlah! Di luar sana, baik di negeri ini mau pun di negara lain, masih banyak saudara kita yang kelaparan, selalu bermimpi makan enak dan layak. Hingga tak ada pilihan lain bagi mereka, semua mereka lakukan demi menyambung nyawa. Dan sadarlah!, makanan diciptakan untuk dimakan, bukan untuk dibuang. Jika niat kalian membuang makanan hanya agar para gelandangan mendapatkan camilan, hal itu salah besar! Itu merupakan perbuatan yang tidak manusiawi! Jika kalian berniat untuk memberi makan mereka, berilah mereka makanan yang layak, kalau perlu gandenglah mereka, rengkullah mereka, ajak mereka makan bersama menyantap makanan yang biasa kamu makan di meja makan. Hargailah hidup ini. Jika di antara kalian ada yang pernah merasakan menjadi petani, pasti Anda akan lebih bisa memaknai sebutir nasi. Beberapa waktu yang lalu. semenjak libur semester di pertengahan Febuari hingga Maret, aku mencoba memaknai hidup ini, dengan ikut berpeluh bersama bapak dan ibuku di sawah memanen padi. Apakah Anda harus mengorbankan kemulusan kaki Anda, atau merelakan kulit putih Anda disengat matahari hanya untuk menghargai sebutir nasi? Saya harap tidak demikian.



Potret Kesenjangan Pendidikan



Setelah melihat gambar ini, apa yang lantas terlintas di benak Anda? Kesalahan siapa ini jika bukan kesalahan kita semua? Kalian yang diberi keberuntungan bisa mengeyam pendidikan seharusnya kalian manfaatkan sebaik-baiknya, karena engkaulah yang akan menggantikan pemimpin yang ada saat ini, tombak kepemimpinan ada di tangan kalian. Jangan pernah sekali-kali kalian coba membolos sekolah hanya karena alasan malas, apalagi sampai terlibat dalam perkelahian antar pelajar. Di mana amanah kalian terhadap orang tua dan bangsa kalian? Kalian seharusnya malu dan bukannya malah bangga dengan aksi saling jotos yang kalian lakukan. Jika kalian memang merasa sudah mengingkari orang tua dan bangsa kalian, tukarkan nasib kalian untuk mereka yang masih memiliki semangat untuk sekolah.



Potret Kesenjangan Sosial

Jika melihat mobil dengan atribut seperti ini, pasti Anda langsung paham jika itu adalah mobil para pejabat atau pun mobil dinas para mentri RI. Sebelumnya mereka sempat geger meminta mobil dinas yang baru lantaran menurut mereka mobil dinas yang lama sudah tak layak pakai. Tak layak pakai? Buta kali ea?


Masih segar di ingatan kita, ketika beberapa waktu lalu media meliput kemewahan hidup anggota DPR. Terekam di kamera para wartawan, sedeteran mobil mewah tengah terparkin di tempat parkir khusus anggota DPR. Mereka boleh saja mempunyai mobil mewah yang hanya bisa dibeli dengan "Apel Washington" ($), asalkan $ tersebut bukan hasil permainan uang seperti yang dilakukan Nazaruddin, Bu Artis, dan beberapa teman seprofesi mereka yang mata hatinya belum terbuka.





Apa mereka tidak terenyuh melihat kakek di bawah ini yang mengayuh sepeda tuanya dengan membawa sejumlah tunas kelapa? Seharusnya mereka sadar posisi mereka sebagai wakil rakyat. Wakil rakyat seharusnya merakyat seperti pesan bang Iwan Fals dalam lirik lagunya, bukannya malah pamer kekayaan pada rakyat.


Hadeehhh...memang tidak akan ada habisnya jika kita mengupas kekurangan negeri ini, negeri yang mengaku menghormati para Pahlawannya. Apakah semua itu benar? Atau kah hanya fatamorgana semata?



Sumber gambar:

melodikehidupan.wordpress.com
dwexx.blogspot.com
dreamindonesia.wordpress.com
detik.com
republika.co.id
andy.web.id
mnurblog.co.cc
edukasi.kompasiana.com
pewartafotopadang.blogspot.com
blograkazakaria.blogspot.com
koran.republika.co.id
verrywellya.blogspot.com
kaskus.us
untara.blogdetik.com
akuinginhijau.org
solocybercity.wordpress.com
koleksi pribadi
petapolitik.com
indonesiamedia.com





Share

2 comments:

Unknown on 4:15 pm, March 08, 2012 said...

Indonesia memang masih berkembang terus belum ada tanda-tanda buat maju...yg miskin makin miskin yang kaya makin semena-mena... ironis

Ratna Tanjung on 10:20 pm, March 08, 2012 said...

beberapa hari yang lalu di sebuah stasiun radio lokal semarang, penyiarnya membacakan 10 negara paling bahagia di dunia yang dilakukan bdan riset luar negeri (namanya lupa), urutan 10 Jerman, AS urutan 6, India bisa masuk 3 besar (klo g salah urutan 2) & Indonesia menduduki urutan 1 sbg negara terbahagia, ckckck...q bener'' kurang se7. Karena kenyataan berkata lain

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered by Blogger.
 

Brain & Soul Energy Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare